Gerimis Pada Hujan

Posted: Juli 9, 2011 in Cerpen, Muntahan, Puisi

Seperti hujan gerimis, aku merasakan ketidak sungguhanku pada hujan. Setelah deras airmata kutumpahkan di lautan hidup. Entah, sudah berapa lama terik matahari menghanguskan kulit tubuh ini yang telah kusam ditelan waktu. Sepertinya tetes-tetes air mampu memberi sedikit rasa kesejukan jiwa yang gersang.

Hati nurani terkoyak dengan apa yang telah aku tangkap oleh indera ku yang buta lagi tuli. Namun aku tak berdaya sebagaimana ketidak berdayaan bumi yang ditelan hujan badai. Terbang bersama angin mengikuti arah bumi yang lamban berputar. Aku terkapar dan mati dalam kesendirian. Dimana jiwa-jiwa?! Baca entri selengkapnya »

Iklan

Malam Perhitungan

Posted: Juli 9, 2011 in Cerpen

Sorot mata itu berubah garang, seolah menemukan jawaban atas apa yang selama ini dicari. Seorang lelaki berkulit hitam, tubuhnya kerempeng dengan kacamata agak tebal dan rambut  tidak tersisir rapih. Di sebuah tanah yang agak lapang namun bertembok, dalam suasana malam yang dingin. Dia berdiri menunggu seseorang..

Malam ini, adalah malam perhitungan yang akan dilakukan Bejo terhadap teman satu kerjanya, Eflan. Seseorang yang selama ini, selama beberapa tahun tak pernah berhenti menjadikan dirinya bahan olok-olok yang tak sehat. Bahkan cenderung menindas dirinya. Memperlakukan dirinya seolah seorang pembantu, pelampiasan kekesalan yang tak segan memukul, melempar benda keras bahkan mencaci dirinya dengan  kata-kata kasar. Dan malam ini adalah waktunya.. Baca entri selengkapnya »

Tanktop VS Celana Butut

Posted: Juli 8, 2011 in Uncategorized

Aku hanya melongo, bengong bego tak percaya dengan apa yang kulihat.

“Ayo, Pah. Kita berangkat,” ucap istriku. Sementara aku masih melongo bego, tidak percaya dengan apa yang aku lihat. Istriku satu-satunya, berdandan mengenakan rok pendek yang panjangnya jauh di atas dengkul. Dipadu dengan Tanktop warna biru kesukaannya. Dan Cipluk, putri kami satu-satunya, yang baru berusia 4thn tengah berada dalam gandengan tangannya. Baca entri selengkapnya »

Temukan Aku

Posted: Juli 7, 2011 in Puisi

Temukan aku…

Ketika bayangku hilang di kegelapan malam

Aku tidak bersembunyi

Aku juga tak pernah lari

Aku juga tak menginginkan agar bisa kau temukan

Aku hanya hilang

Menghilang dalam putaran waktu

Adakah kau lihat aku?

——

Cahaya tak bisa kau harapkan ada disini

Karena aku hidup tanpa cahaya sama sekali

Tapi dalam kegelapan aku mampu meresapi apapun yang ada di sekelilingku

Mata ini akan mampu menangkap segala bentuk yang ada dalam kegelapan

Temukan bayanganku.. sebelum aku mati dan hilang sama sekali

Biarlah cinta itu mengapung bersama helaan nafas kegelisahan

Semua selalu datang untuk pergi

Semua ada untuk menjadi tak ada

Dimana kamu dan dimana aku

Aku dan kamu tak pernah tahu

Lihatlah! bayangan kita dalam kegelapan

Temukan aku yang hilang disana

Baca entri selengkapnya »

Wajah-wajah Gelap

Posted: Juli 6, 2011 in Cerpen
Tag:,

Jika dilihat, wajah setiap orang itu selain berbeda bentuk, tapi juga berbeda dalam cahaya yang terpancar. Sebelumnya aku tak percaya, tapi kemudian menjadi percaya, saat menatap diriku dalam cermin. Setelah sebelumnya aku bergumul dengan kekasihku , Lina.  Gadis cantik yang aku kenal setahun lalu. Hari ini kami baru saja menuntaskan hasrat kami yang sudah 2 minggu lebih tertahan.

Dalam cermin itu aku melihat kegelapan menyelimuti wajahku tiba-tiba. Ada yang berbeda aku rasa. Ya, gelap. Aku melihat hitam pekat serupa gelap tanpa cahaya, kegelapan yang semakin gelap aku rasa. Sejenak aku berfikir, apakah semua ini karena perzinahan yang aku lakukan dengan Lina? Karena hanya dengan dirinya aku melakukan perzinahan itu, setelah 24 tahun mempertahankan kebujanganku, akhirnya kalah oleh pesona dirinya saja. Yang memang menggoda hasrat setiap laki-laki. Dan sialannya lagi, ternyata Lina sudah sering melakukan hal itu dengan mantan-mantannya. Hingga ketakutan diriku yang mungkin akan merusak kesuciannya, hilang sama sekali. Berubah menjadi rasa syukur, karena setan telah membuka jalan diriku untuk merasakan kenikmatan surga dunia itu.

Baca entri selengkapnya »

Anda Besok Mati!

Posted: Juli 4, 2011 in Cerpen
Tag:

Anda besok akan mati?! Saya katakan dengan pasti hal ini kepada anda.

Akh, anda tertawa. Menertawakan apa yang baru saja saya katakan pastinya. Tidak apa. Memang kedengarannya hal ini konyol dan sedikit lucu. Dan sudah pasti anda juga tidak akan percaya. Mati?!..besok?!..akh, tidak mungkin. Ada-ada saja…

Ya..ya..saya juga tahu bahwa respon yang akan saya dapati dari anda akan seperti ini. Tidak apa. Saya memaklumi. Toh memang ungkapan saya terdengar seperti omong kosong belaka. Tidakak jelas, dan basi. Tapi bagaimana jika saya katakan ke anda lagi, bahwa, “Besok anda akan benar-benar mati!”

Baca entri selengkapnya »

Kesatria Burung Besi Raksasa

Posted: Juli 3, 2011 in Cerpen

Menurut cerita Nenek, Emak Udin itu diculik oleh Burung Besi Raksasa. Dulu. Saat Udin masih belajar berjalan. Tak ada yang bisa menyelamatkan Emak, karena Bapak juga telah lama tertidur di dalam tanah. Udin Memang tak mengenal dengan baik siapa orang tuanya, tidak mengetahui bagaimana sebenarnya wajah Bapak dan juga Emak. Jadi selama ini, Udin mengetahui  tentang kedua orang tuanya hanya lewat cerita Nenek saja, dan juga lewat foto yang terpajang di dinding.

Dalam imajinasi Udin, ketika mendengar cerita Nenek tentang burung besi raksasa itu. Imajinasinya menggambar jelas seekor burung raksasa dengan ukuran yang melebihi ukuran lapangan bola yang ada di kampungnya, dengan tubuhnya yang keseluruhannya terbuat dari besi. Dengan sayap yang panjang membentang dan dari paruhnya yang besar akan mengeluarkan suara yang memekakan telinga. Bola matanya yang besar dengan awas memandang diri Emak. Lalu menukik dan dengan jari kuku yang besar mencengkram tubuh Emak. Membawa Emak pergi meninggalkan Nenek serta Udin, meninggalkan kampung mereka tanpa pernah kembali lagi.

Baca entri selengkapnya »

Gendut? EGP!

Posted: Juli 3, 2011 in Cerpen

Seberapa sering kau dengar pujian itu terlontarkan untuk seseorang yang bertubuh besar alias gendut alias gembrot?. “Ah, cantik sekali si gendut. Luar biasa cantiknya!”

Jarang! Bahkan tidak pernah sama sekali aku mendengar kata-kata itu terucap untuk mereka yang bertubuh besar sebagaimana aku. Yang ada hanya pandangan aneh, yang disusul dengan tawa cekikikan geli penuh hinaan. Atau dengan sebuah gelengan kepala, seolah takjub dan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat, meskipun itu nyata. Atau sebuah sindiran dari para penumpang bis kota, angkot dan tukang becak.

“Wah, kok bisnya jadi miring jalannya?.”

“Masa Allah! Mejret dah gua?!”

“Ancur dah becak gw! Rugi deh, Bandar!”

So???…  EMANG GUA PIKIRIN!!!!!

Baca entri selengkapnya »

Bidadari Yang Terpasung

Posted: Juli 1, 2011 in Cerpen

Akhirnya dia datang, setelah sekian lama menanti kehadirannya menjadi nyata dalam hidup. Cinta dan Kekasih. Tak ada yang lebih  didamba dalam kehidupan yang hampa lagi sepi selain itu. Yang mampu menggairahkan kehidupan, memberi warna yang menceriakan hari-hari, kehidupan penuh dengan cahaya dan nuansa keindahan yang tak pernah berakhir. Ah, bahagianya….

“Aku pulang sayang..”

“Mas…”

Sebuah kerinduan yang tertahan sekian lama, terlepaskan dalam sebuah pelukan erat diantara dua hati yang saling mencintai.

“Aku kangen sekali sama kamu, sayang..”

“Aku juga, Mas..”

Ditatapnya wajah Kekasih hati lekat-lekat. Tatap mata penuh cahaya yang mencerminkan Cinta itu luluh dalam sedikit keharuan sebuah perjumpaan.

“Kamu semakin cantik, Sayang…”

“Kamu juga, Mas. Kamu terlihat semakin tampan dan gagah…”

Saling tersenyum dalam bahagia. Lalu lebur dalam cium mesra dua bibir yang semenjak awal perjumpaan tak berhenti berbicara mengungkap rasa hati. Kini dalam peluk hangat, mereka saling mengunci bibir satu sama lain untuk mengungkap rasa hati itu. Yang perlahan semakin menggelorakan hasrat mereka untuk segera masuk kedalam kamar. Dan melepas rindu-rindu itu dengan sebuah percintaan yang panjang dan bermakna kasih.

Baca entri selengkapnya »

Kenapa Harus Jatuh Cinta?

Posted: Juli 1, 2011 in Cerpen

“AKh sialan!” gerutu Bejo memaki dirinya sendiri. Disuatu sore di ruang tamu rumah kost-kostan, dia angkat kedua kaki di atas meja. Tubuhnya disandarkan ke kursi yang dia miringkan. Sementara kedua tangannya nangkring asik di jidatnya yang jenong.

“Kenape lo, Jo?!” ucap Udin yang tiba-tiba datang sambil menepuk bahu Bejo. Tapi Bejo hanya melirik sebentar lalu sibuk kembali sibuk dengan pikirannya sendiri. “Sialan! gua dicuekin” gerutu Udin dalam hati. Karena merasa tidak ditanggapi. Akhirnya diapun ngeloyor pergi meninggalkan bejo sendirian lagi.

..

“ Akh! kenapa harus cinta sich?! Cinta kan bikin gua jadi bego!” maki Bejo pada dirinya lagi. Kedua tangan itupun meluncur turun menutup kedua matanya. Ya, itulah yang saat ini sedang terjadi pada diri Bejo. Dia Jatuh C-I-N-T-A! Klise memang. Hal yang basi buat kita semua, hal yang terlalu biasa kadang.

Baca entri selengkapnya »