Archive for the ‘Muntahan’ Category

Gerimis Pada Hujan

Posted: Juli 9, 2011 in Cerpen, Muntahan, Puisi

Seperti hujan gerimis, aku merasakan ketidak sungguhanku pada hujan. Setelah deras airmata kutumpahkan di lautan hidup. Entah, sudah berapa lama terik matahari menghanguskan kulit tubuh ini yang telah kusam ditelan waktu. Sepertinya tetes-tetes air mampu memberi sedikit rasa kesejukan jiwa yang gersang.

Hati nurani terkoyak dengan apa yang telah aku tangkap oleh indera ku yang buta lagi tuli. Namun aku tak berdaya sebagaimana ketidak berdayaan bumi yang ditelan hujan badai. Terbang bersama angin mengikuti arah bumi yang lamban berputar. Aku terkapar dan mati dalam kesendirian. Dimana jiwa-jiwa?! (lebih…)

Onani Menulis? Lupa Tujuan

Posted: Juli 1, 2011 in Muntahan

Sedikit lupa, sebenarnya ngapain juga gua rajin-rajin nulis setiap hari. Untungnya apa? Dapet duit juga enggak! Apa hanya karena pengen tulisan gua di baca? Mungkin juga begitu, tapi percuma juga nulis cape-cape tapi gak ada yang minat baca. Atau punya niat untuk berbagi informasi tapi gak ada yang perduli, jadi sia-sia.

Candu! Semua jadi kecanduan, lupa segala-galanya. Seperti menemukan tempat baru untuk menyalurkan hobi menulis yang dulu sempat gua punya. Tapi tidak tersalurkan. Seperti saat horny, tapi gak punya pacar atau istri. Daripada melampiaskan pada pelacur, mending onani. Mungkin seperti itu yang terjadi ketika awal bertemu dengan kompasiana. Gua sedang beronani bersama kompasiana sampai merasa bersalah setiap saat dalam sesal. Sebagaimana sekarang.

(lebih…)