Nyanyian Hening

Posted: Juli 11, 2011 in Puisi

Nyanyian hening. Aku dendangkan di sudut gelap malam, sendiri. Tanpa cahaya, tanpa warna pelangi. Hanya ada aku dan kensunyian yang bisu. Dimana hitam menjadi dewa, yang menciptakan bait-bait indah. Dan sementara aku berdiri dalam kesepian, dimana cinta datang lalu pergi. Meninggalkan perih dalam hati bersama rindu yang menyesakan dada. Aku sendiri dan masih aku sendiri.

Ketegaran bukan tentang waktu hari ini, dia melayang-layang di cakrawala hidup. Menanti jiwaku untuk segera kembali.

Nyanyian hening. Aku dendangkan di sudut gelap malam, sendiri. Dalam letih berkelana, mencari jawaban atas hidup. Yang kudapat adalah jauh berlari dari apa yang kuharapkan. Tapi kehidupan memang demikian adanya. Tanpa perduli aku tetap bernyanyi. Sampai pagi tiba dan aku tak lagi kau goda dengan hasrat kesenangan yang menyesatkan.

Jawaban atas hidup telah hilang ditelan waktu sampai kematian. Pergilah saja, Wahai Rembulan. Cahayamu musnah diterjang Sang Mentari. Selamat pagi.. Selamat pagi..

Protected by Copyscape Duplicate Content Finder

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s