Temukan Aku

Posted: Juli 7, 2011 in Puisi

Temukan aku…

Ketika bayangku hilang di kegelapan malam

Aku tidak bersembunyi

Aku juga tak pernah lari

Aku juga tak menginginkan agar bisa kau temukan

Aku hanya hilang

Menghilang dalam putaran waktu

Adakah kau lihat aku?

——

Cahaya tak bisa kau harapkan ada disini

Karena aku hidup tanpa cahaya sama sekali

Tapi dalam kegelapan aku mampu meresapi apapun yang ada di sekelilingku

Mata ini akan mampu menangkap segala bentuk yang ada dalam kegelapan

Temukan bayanganku.. sebelum aku mati dan hilang sama sekali

Biarlah cinta itu mengapung bersama helaan nafas kegelisahan

Semua selalu datang untuk pergi

Semua ada untuk menjadi tak ada

Dimana kamu dan dimana aku

Aku dan kamu tak pernah tahu

Lihatlah! bayangan kita dalam kegelapan

Temukan aku yang hilang disana

Jangan berfikir semua ini akan berakhir

Selama hati masih menetap di dalam dada

Cinta dan kehadiran yang tercinta akan selalu terganti

dengan cinta dan kehadiran cinta yang lain

tak akan pernah terpuaskan resah jiwa dalam hampa

Kamu mati dan aku mati.

sekarat dalam hitungan detik-detik waktu yang menyala-nyala

Khabarkan kepada angin, khabar hilangnya bayangan

Khabarkan kepada senja akan gelisah dirimu mencari.

Khabarkan kepada pagi, betapa lelah kamu mencari

khabarkan kepada angin, cinta itu menjadi sia-sia.

pergilah…

Erangan lirih itu tak akan kau dengar disini

Karena sunyi membuat tuli telinga kita

Cobalah kau berjalan dalam kegelapan itu

pasti kau akan terjatuh dan hilang sebagaimana aku

Tapi aku mampu menangkap bayangan dirimu dalam kegelapan ini

indera mataku telah lama bersahabat dengan kegelapan

Sedang dirimu baru saja menghilang…

Aku melihat kamu menangis lirih diantara cobamu untuk bisa menjadi tegar

Untuk bisa meraih bahagia

Namun perjalanan itu masih panjang, bukan?

Maka menangislah menjerit bagai srigala yang kesepian

Karena cinta pasti akan pergi

Karena aku akan menghilang

Tinggalah jejak langkah kaki yang tak akan bisa kau temui

Karena kamu tengah menangis bagai srigala yang kesepian

Lolong suaramu memilukan seluruh mahluk bumi..

Menjeritlah!!

Aku selalu diam ketika senja itu datang sampai senja itu pergi

Aku diam ketika hujan badai dan halilintar memecah langit dan membasahi bumi

Aku diam ketika matahari mulai panas membakar tubuh

Aku diam ketika semua orang tergeletak mati

Aku diam kita cinta ada dan tak ada

Aku diam ketika sakit dan luka harus aku rasa

Aku diam dalam diam yang membisu.

Aku merasa tak perlu hadir dalam kehidupanmu

Namun kehadiranmu dalam kehidupan mereka

adalah keharusan yang tak bisa kau elakan

Pergilah…

Tidak dengan menangis.

Tidak dengan ketegaran yang palsu.

Tidak dengan diam yang resah.

Tidak juga seperti aku

Pergilah sebagaimana seharusnya kamu hadir dalam kehidupan mereka

Aku disini.

Dalam bayang yang hilang di kegelapan malam.

Protected by Copyscape Duplicate Content Finder

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s