Arsip untuk Juli, 2011

Pangeran Kubil dan Istana Janji

Posted: Juli 29, 2011 in Cerpen

Tidak ada seorang pun yang akan tahu rencana Tuhan, apa yg Tuhan kehendaki atas dunia dan kehidupan ini, atas diri kita sebagai manusia. Perkenalkan namaku Anto Kubil, seorang laki-laki yang lahir dari rahim seorang Ibu yang seorang pelacur. Aku tercipta dari benih seorang laki-laki yang Ibu sendiri tak tahu pasti, dari lelaki yang mana benihku ini berasal.

Aku terbiasa dipanggil Kubil, walaupun sebenarnya nama pemberian Ibunda tercinta adalah Yanto Priyanto, nama dengan pengulangan kata “anto”, yang ketika ku tanyakan hal itu kepada Ibu mengapa seperti itu, ibu hanya menggelengkan kepalanya. Ya, itu mungkin karena Ibu sudah terbiasa dengan kata pengulangan yang dipengaruhi oleh pekerjaan Ibu dulu. Yang selalu berulang-ulang disetiap semalam melayani para lelaki hidung belang, lagi dan lagi (lebih…)

Anakku, Anak Yang Istimewa

Posted: Juli 27, 2011 in Cerpen

Akh, tatapan mata itu lagi. Mengapa mereka selalu melepas tatapan mata seperti itu, seolah mereka benar-benar perduli. Tidak, mereka tengah mentertawakan diriku saat ini. Menyalahkan semua hal yang terjadi pada anakku adalah karena kesalahan diriku. Sudahlah! Janganlah kau perdulikan kami. Tidak perlu kau berpura-pura merasa iba, tapi sebenarnya kau tidak menginginkan aku dan anakku berada di dekat kalian.

“Stop! kiri depan, Bang!” teriakku kepada supir angkot yang aku naiki . Dan tak lama kemudian angkot itupun berhenti. Bergegas aku turut sambil menyeret Rangga, anakku. Aku ingin segera  pergi menghindari tatapan mata itu. Tidak bisakah mereka untuk tidak memperdulikan kami?! Saat aku membayar angkot ini, seorang lelaki muda yang duduk dikursi depan, di samping supir pun, melepas pandangan yang sama kepada anakku. Ingin rasanya aku mencabik-cabik wajah pemuda itu.

(lebih…)

Satu Kesalahan

Posted: Juli 13, 2011 in Cerpen

Satu kesalahan, yang berlanjut dengan kesalahan yang lain. Dan kemudian akan aku bawa melewati hari-hari berikutnya dengan kesalahan-kesalahan yang baru. Ya, ini memang salahku. Semua salahku.

Kesalahan yang kulakukan ketika aku merasa bahwa Cinta itu indah. Keindahan yang membutakan mata, hati dan logika. Tapi kemudian dengan perlahan membunuhku, membuat diri ini merasa sebagai perempuan paling tolol sedunia; merasa paling hina dan tak berarti; melemparku ke dalam timbunan sampah manusia. (lebih…)

4 Tuhan + 1

Posted: Juli 12, 2011 in Cerpen

Setelah imam meletakan sarung, sajadah dan peci selepas pulang dari mesjid menunaikan sholat magrib berjamaah, imam menghampiri bapaknya.

“Pak, kenap kita sholat di mesjid  dan bukan di gereja, kuil atau Pura? Seperti Kristian, Wayan dan Acong?,” tanya Imam pada Bapaknya.

“Lho, tumben nanya seperti itu?” Bapak balik bertanya.

“Pengen tau aja..”

“Hmm, itu karena agama dan keyakinan kita berbeda. Dan Tuhan yang kita sembah juga berbeda,Nak” Bapak mencoba menjelaskan. Udin hanya diam mendengar penjelasan bapaknya. Meski masih ada yang mengganggu pikirannya. (lebih…)

Nyanyian Hening

Posted: Juli 11, 2011 in Puisi

Nyanyian hening. Aku dendangkan di sudut gelap malam, sendiri. Tanpa cahaya, tanpa warna pelangi. Hanya ada aku dan kensunyian yang bisu. Dimana hitam menjadi dewa, yang menciptakan bait-bait indah. Dan sementara aku berdiri dalam kesepian, dimana cinta datang lalu pergi. Meninggalkan perih dalam hati bersama rindu yang menyesakan dada. Aku sendiri dan masih aku sendiri.

Ketegaran bukan tentang waktu hari ini, dia melayang-layang di cakrawala hidup. Menanti jiwaku untuk segera kembali. (lebih…)

CINTA DALAM RINDU-RINDU

Posted: Juli 10, 2011 in Cerpen, Puisi
Tag:,

Seperti rindu ini kepadamu, seperti itu pula malam terlewatkan dalam sepi dan sendiri. Aku mengejar dirimu dalam bayang-bayang, aku berlari dengan semua imaji diri. Mencari senyummu, wangi tubuhmu, harum nafasmu, manis senyum dibibirmu, indah gelak tawamu. Sosok hantu dirimu yang ingin aku tangkap di setiap sunyi ini. Menggugat hati dalam rindu. Dimana kamu?

Cinta berjarak, entah dalam jarak ribuan kilo meter, atau dalam jarak ruang dan waktu yang berbeda. Membuat cinta adalah nyanyian rindu-rindu. Dendang seorang pengelana yang kesepian. Rintihan seorang anak mengharap disusui ibunya. Dia adalah pencarian bagi jiwa ini. Dia adalah kehilangan yang tak pernah cukup dipertemukan. Dia adalah rindu dan hanya rindu. Cinta dalam rindu-rindu.. (lebih…)

Gerimis Pada Hujan

Posted: Juli 9, 2011 in Cerpen, Muntahan, Puisi

Seperti hujan gerimis, aku merasakan ketidak sungguhanku pada hujan. Setelah deras airmata kutumpahkan di lautan hidup. Entah, sudah berapa lama terik matahari menghanguskan kulit tubuh ini yang telah kusam ditelan waktu. Sepertinya tetes-tetes air mampu memberi sedikit rasa kesejukan jiwa yang gersang.

Hati nurani terkoyak dengan apa yang telah aku tangkap oleh indera ku yang buta lagi tuli. Namun aku tak berdaya sebagaimana ketidak berdayaan bumi yang ditelan hujan badai. Terbang bersama angin mengikuti arah bumi yang lamban berputar. Aku terkapar dan mati dalam kesendirian. Dimana jiwa-jiwa?! (lebih…)

Malam Perhitungan

Posted: Juli 9, 2011 in Cerpen

Sorot mata itu berubah garang, seolah menemukan jawaban atas apa yang selama ini dicari. Seorang lelaki berkulit hitam, tubuhnya kerempeng dengan kacamata agak tebal dan rambut  tidak tersisir rapih. Di sebuah tanah yang agak lapang namun bertembok, dalam suasana malam yang dingin. Dia berdiri menunggu seseorang..

Malam ini, adalah malam perhitungan yang akan dilakukan Bejo terhadap teman satu kerjanya, Eflan. Seseorang yang selama ini, selama beberapa tahun tak pernah berhenti menjadikan dirinya bahan olok-olok yang tak sehat. Bahkan cenderung menindas dirinya. Memperlakukan dirinya seolah seorang pembantu, pelampiasan kekesalan yang tak segan memukul, melempar benda keras bahkan mencaci dirinya dengan  kata-kata kasar. Dan malam ini adalah waktunya.. (lebih…)

Tanktop VS Celana Butut

Posted: Juli 8, 2011 in Uncategorized

Aku hanya melongo, bengong bego tak percaya dengan apa yang kulihat.

“Ayo, Pah. Kita berangkat,” ucap istriku. Sementara aku masih melongo bego, tidak percaya dengan apa yang aku lihat. Istriku satu-satunya, berdandan mengenakan rok pendek yang panjangnya jauh di atas dengkul. Dipadu dengan Tanktop warna biru kesukaannya. Dan Cipluk, putri kami satu-satunya, yang baru berusia 4thn tengah berada dalam gandengan tangannya. (lebih…)

Temukan Aku

Posted: Juli 7, 2011 in Puisi

Temukan aku…

Ketika bayangku hilang di kegelapan malam

Aku tidak bersembunyi

Aku juga tak pernah lari

Aku juga tak menginginkan agar bisa kau temukan

Aku hanya hilang

Menghilang dalam putaran waktu

Adakah kau lihat aku?

——

Cahaya tak bisa kau harapkan ada disini

Karena aku hidup tanpa cahaya sama sekali

Tapi dalam kegelapan aku mampu meresapi apapun yang ada di sekelilingku

Mata ini akan mampu menangkap segala bentuk yang ada dalam kegelapan

Temukan bayanganku.. sebelum aku mati dan hilang sama sekali

Biarlah cinta itu mengapung bersama helaan nafas kegelisahan

Semua selalu datang untuk pergi

Semua ada untuk menjadi tak ada

Dimana kamu dan dimana aku

Aku dan kamu tak pernah tahu

Lihatlah! bayangan kita dalam kegelapan

Temukan aku yang hilang disana

(lebih…)